Wujudkan Transportasi Berkeadilan, Tim Inklusi Disabilitas Kemenhub Gelar Program Mudik Disabilitas 2026

Dipublikasikan: 21 Mar 2026

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Tim Inklusi Disabilitas sukses menyelenggarakan program "Mudik Disabilitas 2026" yang berlangsung mulai 17 hingga 20 Maret 2026. Program khusus ini digelar sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan hak aksesibilitas dan transportasi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para penyandang disabilitas.

Tahun ini, sebanyak 515 peserta penyandang disabilitas beserta pendamping ikut serta dalam perjalanan mudik aman dan ramah ke berbagai kota tujuan di Indonesia.

Tiga Moda Transportasi Terintegrasi

Untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran mobilisasi para peserta, Tim Inklusi Disabilitas Kemenhub memfasilitasi perjalanan ini menggunakan tiga moda transportasi utama yang telah disesuaikan dengan standar aksesibilitas:

  • Moda Darat (Bus): Menggunakan armada bus khusus yang ramah disabilitas (low deck atau dilengkapi dengan ramp/lift portabel) untuk rute jarak dekat hingga menengah.
  • Moda Perkeretaapian (Kereta Api): Menyediakan gerbong khusus dengan toilet aksesibel dan ruang kursi roda yang luas demi kenyamanan perjalanan lintas provinsi di Pulau Jawa.
  • Moda Udara (Pesawat): Memfasilitasi penerbangan bagi peserta yang menuju luar pulau, lengkap dengan layanan asistensi penuh dari bandara keberangkatan hingga bandara tujuan.

Menhub: "Mudik Adalah Hak Semua Warga Negara"

Ketua Tim Inklusi Disabilitas Kemenhub memberikan penjelasan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari guna memastikan seluruh fasilitas pendukung di terminal, stasiun, dan bandara siap melayani para pemudik berkebutuhan khusus.

"Mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan hak universal semua warga negara. Melalui program Mudik Disabilitas 2026 ini, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi saudara-saudara kita untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan rasa aman, nyaman, dan bermartabat."

Selain tiket perjalanan gratis, Kemenhub juga menggandeng berbagai pihak swasta dan komunitas disabilitas untuk menyediakan layanan pendampingan medik, kursi roda cadangan, serta paket logistik khusus selama perjalanan.

Apresiasi dari Peserta

Program yang berlangsung selama empat hari ini mendapat sambutan hangat dan haru dari para peserta. Banyak dari mereka mengaku sangat terbantu karena tantangan terbesar penyandang disabilitas saat mudik lebaran biasanya terletak pada aksesibilitas fisik dan layanan psikososial di fasilitas publik yang padat.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Mudik Disabilitas 2026, Kementerian Perhubungan berharap pola pelayanan inklusif ini dapat menjadi standar baku (benchmark) bagi seluruh operator transportasi di Indonesia, tidak hanya pada musim mudik saja, tetapi juga dalam layanan transportasi sehari-hari.

Artikel Lainnya

Tingkatkan Aksesibilitas Transportasi Laut, PT ASDP Bersama Tim Inklusi Kemenhub dan GAUN Cek Sarana Prasarana Pelabuhan

Baca Artikel →

Tim Inklusi Lakukan Pengecekan Fasilitas Disabilitas di Stasiun Rangkas Bitung

Baca Artikel →

Kemenhub perkuat transportasi inklusif bagi kelompok rentan

Baca Artikel →